This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Impetigo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Impetigo. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 September 2015

Pencegahan Impetigo pada anak

Pencegahan Impetigo pada anak

Penyebaran impetigo dapat dilakukan pencegahan dengan cara menjaga kebersihan tubuh, diantaranya adalah :
1.     Mencuci tangan dan kaki dengan menggunakan sabun.
2.     Apabila sudah bersentuhan dengan anak menderita impetigo segera untuk membersihkan tangan dengan menggunakan sabun.
3.     Memotong kuku anak anda dengan rutin untuk menghindari infeki kuman impetigo.
4.     Usahakan untuk tidak menyentuh hidung dan mulut ketika tangan anak anda kotor.
5.     Pada penderita impetigo barang-barang yang digunakan harus dipisahkan, cuci dengan menggunakan sabun dan air panas.

 

Pengobatan Impetigo pada anak

Untuk mendeteksi penyakit impetigo pada anak dokter akan melihat luka, tidak perlu melakukan tes laboratorium. Apabila anak menderita impetigo akan diberikan antibiotik untuk mengatasi penyebaran penyakit ini. Selain itu krim dan salep seringkali diberikan pada anak yang mengalami impetigo.
Pada luka yang tidak kunjung sembuh maka akan diambil sampel cairan pada luka untuk mengetahui jenis antibiotik yang sesuai dengan jenis impetigo tersebut. Walaupun pada dasarnya impetigo akan sembuh dengan sendirinya akan tetapi apabila tidak sembuh dan dibiarkan maka akan menyebabkan komplikasi yang lebih serius.
Dengan demikian impetigo adalah penyakit kulit yang disebabkan karena kuman, mudah sekali menyebar bahkan sangat sering menyerang usia anak-anak. Penyakit ini tidak berbahaya akan tetapi apabila sukar sembuh dan terjadi komplikasi akan membahayakan. Penyakit jenis ini sangat mudah dicegah dengan membersihkan diri dari bakteri dan selalu membersihkan diri ketika kontak langsung dengan yang menderita impetigo. Impetigo dapat disembuhkan dengan menggunakan antibiotik sesuai dengan anjuran dokter, obat yang diberikan berupa krim atau salep. Apabila sukar sembuh maka akan dilakukan test laboratorium untuk mengetahui jenis antibiotik yang sesuai dengan bakteri yang menyebabkan impetigo pada anak.

Jenis, Ciri, dan Perkembangan Impetigo

JENIS IMPETIGO

Impetigo merupakan penyakit yang sangat menular. Bahkan apabila mengenai luka atau barang yang dipegang.Impetigo dapat sembuh dengan sendirinya akan tetapi lebih baik segera melakukan pengobatan agar tidak terjadi penyebaran dan infeksi yang semakin buruk.
Impetigo memiliki beberapa jenis, berikut ini adalah jenis impetigo :

1. Impetigo Contagiosa


Jenis impetigo ini memiliki luka yang berwarna merah pada wajah dan seringkali nampak pada bagian mulut dan hidung. Pada jenis impetigo contagiosa luka akan cepat pecah, berair dan memiliki nanah bahkan pada kondisi kering akan mengalami kecoklatan. Impetigo Contagiosa tidak menimbulkan demam akan tetapi pembengkakan pada kelenjar getah bening. Impetigo mudah menular sehingga penyebaran infeksi ke bagian tubuh lebih mudah.

2. Bullous Impetigo



Jenis ini banyak menyerang anak di bawah 2 tahun. Mekipun impetigo sakit dan melepuh yang berisi cairan. Luka infeksi dapat menjadi koreng dan waktu untuk sembuh kembali lama ketimbang jenis impetigo lain. Bagian tubuh yang seringkali terserang bullous impetigo adalah badan, kaki dan lengan.

3. Ecthyma


Jenis impetigo yang dapat menyerang kulit dermis. Gejala anak yang mengalami impetigo jenis ini luka terasa sakit, memiliki cairan atau bernanah. Bekas luka akan sukar hilang meskipun sudah sembuh bahkan bisa hingga mengakibatkan pembengkakan kelenjar getah bening pada bagian tubuh yang terinfeksi.
Selain itu impetigo dapat mengakibatkan komplikasi meskipun jarang terjadi seperti Poststreptococcal glomerulonephritis (PSGN) yaitu radang ginjal yang berkembang akibat infeksi bakteri dan sering menyerang anak usia 6-10 tahun. Selanjutnya Cellulitis yang menyerang jaringan di bawah kulit dan akan menyebar ke getah bening dan masuk ke aliran darah. Adapula yang menyebabkan infeksi methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) yang kebal akan antibiotik. Terakhir dapat menyebabkan komplikasi yang menyebabkan warna kulit menjadi gelap atau terang.

 

CIRI- CIRI ANAK TERSERANG IMPETIGO

Impetigo bukan merupakan penyakit yang membahayakan yang beruhubungan dengan sistem fatal anak akan tetapi Impetigo akan mengganggu kesehatan anak lebih serius apabila dibiarkan. Impetigo merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh kuman Staphylocovvus Aures yang menyerang anak-anak semua usia. Sedangkan pada anak usia 2-5 tahun umumnya disebabkan karena streptococcoli.Jenis kuman tersebut sangat mudah menular.

Pada anak yang terserang Impetigo akan mengalami luka yang merah pada area wajah kemudian pada sekitar hidung dan mulut anak. Bahkan menjadi tanda umum yang dialami oleh anak yang mengalami Impetigo. Apabila luka anak semakin parah maka luka akan pecah dan mengeluarkan nanah beberapa hari sehingga akan membentuk kerak yang berwarna coklat kekuningan atau borok pada area kulit.
Anak yang terserang kuman penyebab Impetigo dapat disimpulkan memiliki ciri-ciri seperti berikut ini :
1.     Kulit anak memiliki warna merah disertai dengan bintik kecil pada bagian muka, kepala dan tangan.
2.     Pada bagian kulit yang sakit akan mengelepuh sehingga mengeluarkan cairan yang memiliki warna kuning madu dan semakin luas.
3.     Anak yang terjangkit impetigo akan mengalami gatal di area warna merah di kulit.
4.     Apabila sakit maka akan menjalar pada bagian tubuh ke bagian lainnya sehingga cairan akan melepuh.
5.     Akan terjadi pembengkakan kelenjar getah bening yang terinfeksi pada daerah sekitarnya.

PROSES PERKEMBANGAN GEJALA IMPETIGO

Gejala impetigo tidak langsung muncul setelah penderita terinfeksi, namun gejala biasanya baru terlihat setelah 4-10 hari terpapar bakteri. Umumnya jenis impetigo yang lebih sering menjangkiti adalah nonbulosa. Jika Anda atau anak Anda menderita impetigo, hindarilah menyentuh area kulit yang terinfeksi untuk mencegah penyebaran.

Infeksi impetigo bulosa biasanya muncul di bagian tengah tubuh antara pinggang dan leher atau lengan dan tungkai. Sedangkan infeksi impetigo nonbulosa biasa terjadi di sekitar mulut dan hidung. Tapi dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya melalui perantara jari, handuk, atau baju yang telah terpapar bakteri.
Berikut ini adalah perkembangan gejala impetigo bulosa:
  • Kulit yang melepuh dan berisi cairan berukuran 1-2 sentimeter yang terasa sakit dan membuat kulit di sekitarnya gatal.
  • Kulit melepuh yang dalam waktu singkat dapat menyebar ini kemudian pecah dalam beberapa hari.
  • Pecahan kulit yang melepuh kemudian meninggalkan kerak berwarna kuning.
  • Setelah sembuh, kerak kuning tersebut hilang tanpa meninggalkan bekas sama sekali.
Berikut ini adalah perkembangan gejala impetigo nonbulosa:
  • Munculnya bercak merah menyerupai luka yang tidak terasa sakit, namun gatal.
  • Bercak bisa menyebar dalam waktu singkat ketika disentuh atau digaruk, kemudian berganti menjadi kerak berwarna kecokelatan.
  • Setelah kerak yang ukurannya sekitar 2 sentimeter ini kering, yang tersisa adalah bekas berwarna kemerahan.
  • Bekas berwarna kemerahan ini dapat sembuh tanpa bekas dalam jangka waktu beberapa hari atau minggu.


Impetigo dan Penyebabnya



Impetigo adalah kondisi kulit yang sangat menular. Biasanya muncul dibagian wajah, leher, dan tangan dari anak anak atau bayi yang baru lahir. Anak-anak yang memakai popok biasanya terkena Impetigo disekitar area popok. Impetigo jarang terjadi pada orang dewasa, biasanya diteruskan dengan kondisi kelainan kulit lain dan infeksi kulit lain.

Impetigo disebabkan oleh dua bakteri - streptococcus aureus dan staphylococcus pyogenes. Perawatan yang direkomendasikan tergantung pada jenis bakteri mana yang menyerang anda. biasanya kondisi ini akan hilang sendiri setelah dua-tiga minggu.

Impetigo merupakan suatu penyakit kulit yang sangat menular yang disebabkan oleh bakteri. Penularan penyakit ini bisa terjadi secara langsung melalui sentuhan kulit dengan kulit atau melalui barang-barang perantara, seperti handuk, baju, atau peralatan makan yang telah terkontaminasi bakteri.

Umumnya kondisi ini lebih banyak diidap oleh anak-anak daripada orang dewasa karena lingkungan mereka lebih menunjang untuk terjadinya interaksi fisik dengan teman-teman sebaya mereka, seperti di sekolah atau taman bermain.

Berdasarkan gejalanya, impetigo dibagi menjadi dua, yaitu jenis bulosa dan nonbulosa. Impetigo bulosa ditandai dengan kulit yang melepuh dan berisi cairan. Sedangkan impetigo nonbulosa ditandai dengan munculnya bercak-bercak merah, seperti luka yang meninggalkan kerak berwarna kuning kecokelatan. Meski tidak melepuh, impetigo nonbulosa lebih menular dibandingkan dengan impetigo bulosa.

Selain gejala yang tampak pada kulit, ada juga gejala lain yang dapat menyertai kedua jenis impetigo, yaitu demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.




Penyebab Impetigo



Penyebab penyakit impetigo adalah bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes. Penularan bakteri ini dapat terjadi melalui kontak fisik langsung dengan penderita atau melalui perantara, seperti baju, handuk, serbet, dan sebagainya yang sebelumnya dipakai penderita.

Bakteri akan lebih mudah menginfeksi seseorang jika orang tersebut memiliki luka sebelumnya, misalnya luka akibat gigitan serangga, terjatuh, atau teriris benda tajam. Bisa juga karena luka yang ditimbulkan oleh infeksi kulit lain, seperti eksim, kudis, atau infeksi kutu.



Faktor yang meningkatkan risiko terkena Impetigo

Faktor risiko lain yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terpapar bakteri impetigo, di antaranya:

1. Melakukan ativitas yang penuh dengan kontak kulit
misalnya olahraga bela diri, bola basket, atau sepak bola.

2. Memiliki kekebalan tubuh yang lemah.

3. Lingkungan yang padat
Bakteri penyakit impetigo lebih mudah menular di lingkungan ramai yang mana intensitas interaksi orang-orangnya tinggi.

4. Anak-anak.
Selain karena anak-anak cenderung lebih aktif dan rawan bersentuhan fisik dengan teman-teman bermainnya, sistem kekebalan tubuh anak-anak juga belum terbentuk secara sempurna untuk melawan bakteri dibandingkan dengan orang dewasa.

5. Suhu lembap dan hangat.
Bakteri penyebab impetigo cenderung lebih mudah berkembang biak pada tempat yang memiliki kondisi seperti ini.

6. Membawa bakteri impetigo tanpa disadari.
Bakteri Staphulococcus aureus juga dapat berkembang biak di bagian tubuh lainnya, salah satunya hidung. Ketika pembawa bakteri ini memiliki luka di kulit sekitarnya, maka peluang terinfeksi bakteri tersebut menjadi besar.

7. Berpenyakit diabetes
Gejala luka yang dimiliki penderita diabetes akan memudahkan bakteri impetigo untuk masuk dan menginfeksi.